PUNCAK - Tim patroli Koops TNI Habema berhasil melumpuhkan seorang tokoh kelompok separatis bersenjata yang selama ini diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Papua Tengah. Operasi tersebut berlangsung di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, pada (20/4/2026).
Tokoh yang dilumpuhkan diketahui berinisial Jeki Murib, yang disebut sebagai Danops Kepala Air OPM Kodap 18 Ilaga. Ia diduga memiliki peran penting dalam sejumlah aksi yang mengganggu stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Puncak dan Mimika, termasuk area objek vital nasional PT Freeport Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun, yang bersangkutan diduga terlibat dalam berbagai insiden kekerasan, di antaranya pembakaran fasilitas telekomunikasi di Kampung Kago (2023), penyerangan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Eromaga (2023), penembakan di Bandara Aminggaru (2025), hingga aksi penyanderaan karyawan dan penyerangan aparat keamanan di wilayah tambang pada 2026.
Rangkaian aksi tersebut dinilai telah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat serta menghambat aktivitas ekonomi dan pembangunan di wilayah tersebut.
Perwakilan Koops TNI Habema menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025.
“Penindakan ini dilakukan secara terukur, profesional, dan mengedepankan aspek kehati-hatian. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat sipil serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, ” ujar salah satu pejabat Koops TNI Habema dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020.
Operasi ini, lanjutnya, turut melibatkan dukungan berbagai elemen, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pemerintah daerah, guna memastikan situasi tetap kondusif pasca-penindakan.
TNI juga mengimbau kepada kelompok yang masih berada di wilayah hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan kembali ke tengah masyarakat.
“Kami mengajak saudara-saudara yang masih terlibat untuk meninggalkan jalan kekerasan. Mari bersama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera, ” tambahnya.
Keberhasilan operasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mendukung kelangsungan pembangunan di Papua, khususnya di wilayah yang selama ini terdampak gangguan keamanan.
(PERS)

Updates.